Proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak disebut perkembangan motorik. Secara umum, perkembangan motorik bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu motorik kasar dan motorik halus.
Keterampilan motorik ini pada dasarnya berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Sehingga dapat dikatakan, setiap gerakan yang dilakukan seorang anak.
Sesederhana apapun sebenarnya merupakan hasil pola interakasi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak, karena proses kematangan masing-masing anak tidak selalu sama, maka lalu perkembangan antara anak satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Ada anak yang sudah bisa berjalan ketika usianya 10 bulan, misalnya, sementara anak lain di usia 13 bulan.
Sesederhana apapun sebenarnya merupakan hasil pola interakasi yang kompleks dari berbagai bagian dan sistem dalam tubuh yang dikontrol oleh otak, karena proses kematangan masing-masing anak tidak selalu sama, maka lalu perkembangan antara anak satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Ada anak yang sudah bisa berjalan ketika usianya 10 bulan, misalnya, sementara anak lain di usia 13 bulan.
Masa lima tahun pertama adalah masa emas bagi perkembangan motorik anak. Hal itu disebabkan pada usia ini badan anak masih begitu lentur dan mudah diarahkan. Ditambah dengan kesenangannya bereksplorasi dan seperti tak mengnel rasa takut, maka segala gerakan yang diajarkan pada anak akan dianggapnya sebagai satu permainan yang menyenangkan.
Berbagai manfaat bisa diperoleh anak ketika ia semakin terampil menguasai gerakan motoriknya. Selain kondisi badan juga semakin sehat karena anak banyak bergerak, ia juga jadi lebih mandiri dan percara diri. Anak semakin yakin dalam mengerjakan segala sesuatu karena sadar akan kemampuan fisiknya. Anak-anak yang baik perkembangan motoriknya, biasanya juga mempunyai keterampilan social positif. Mereka akan senang bermain bersama teman-temannya karena dapat mengimbangi gerak teman sebaya, seperti berlompat-lompatan dan berkejar-kajaran.
Salah satu keterampilan motorik yang paling jelas menandai munculnya kemandirian seorang anak adalah berjalan. Kini, anak dapat pergi ke mana saja mereka suka tanpa perlu bantuan atau bimbingan Anda. Umunya, di usia 10-12 bulan, bayi sudah mulai bisa berjalan, sekalipun ada beberapa bayi yang baru bisa berjalan di usia 16 bulan. Ini tidak berarti bayi yang bisa cepat berjalan lebih pandai dari pada bayi yang relatif lebih lambat barjalan. Setiap anak pada dasarnya memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda. Sehingga bisa saja anak yang lambat berjalan, lebih cepat dalam perkembangan bicaranya.
Sebelum berjalan, sebenarnya bayi sudah melewati proses latihan yang cukup panjang. Dimulai ketika ia belajar mengangkat kepala dalam posisi tengkurap untuk melatih saraf serta otot-otot leher dan perut. Kemudian dilengkapi dengan latihan otot kaki ketika ia belajar merangkak.
Biasanya bayi mengawali aktivitas berjalannya dengan cara merambat, berpegangan pada perabot rumah tangga. Bila rasa percaya diri untuk melangkah bebas mulai mucul, ia mencoba menguasai keseimbangan tubuhnya dengan membuat satu-dua langkah pendek. Mulanya, tentu saja bayi akan mengalami jatuh bangun karena belum bisa menguasai keseimbangan. Sampai akhirnya ia dapat melangkah dan berjalan dengan tegap.
Beberapa orang tua merangsang bayinya berjalan dengan bantuan alat bantu, seperti kursi beroda. Alat ini pada dasarnya melatih kaki bayi untuk melangkah, di samping mengatur keseimbangan badannya. Dengan alat bantu, umumnya bayi merasa lebih aman, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kepercayaan dirinya untuk belajar berjalan.
Namun, ada pendapat lain yang mengatakan bahwa alat bantu akan mengurangi bahkan menghentikan kegiatan merangkak yang merupakan kreativitas penting bagi perkembangan motorik.
Lepas dari kedua pendapat di atas, dengan atau tanpa alat bantu, yang perlu diingat orang tua adalah jangan memaksa anak untuk berjalan sebelum ia memiliki kesiapan baik secara fisik maupun psikologis. Paksaan hanya membuat anak tertekan dan malas berlatih. Sebenarnya ruang gerak yang luas dan kepercayaan Anda adalah bantuan yang sangat didambakan anak.
Lepas dari kedua pendapat di atas, dengan atau tanpa alat bantu, yang perlu diingat orang tua adalah jangan memaksa anak untuk berjalan sebelum ia memiliki kesiapan baik secara fisik maupun psikologis. Paksaan hanya membuat anak tertekan dan malas berlatih. Sebenarnya ruang gerak yang luas dan kepercayaan Anda adalah bantuan yang sangat didambakan anak.




No comments:
Post a Comment